Pages

Selasa, 19 April 2011

Game Komputer Bisa Buat Anak Pintar Matematika


Artikel ini mungkin peringatan untuk para orang tua yang melarang anaknya terlalu banyak bermain game. Karena terbukti dengan bermain game, otak anak akan bekerja dan membantu mereka menyelesaikan persoalan-persoalan matematika. Wah.. harus disimak!

Siapa bilang bermain game malah bikin otak makin tumpul? Penelitian terbaru mengungkap bermain game secara kontinu bisa meningkatkan kemampuan pelajar dalam pelajaran matematika.

Penelitian yang dilakukan oleh sebuah organisasi yang bergerak di bidang pengembangan kurikulum, Learning and Teaching Scotland (LTS) pada sebuah sekolah di Skotlandia menemukan analisis terbarunya. Yakni, ada efek baik dari permainan yang bersifat melatih otak.

Kegiatan penelitian ini melibatkan lebih dari 600 pelajar dari 32 sekolah di sekitar wilayah Skotlandia dengan menggunakan program Brain Training ciptaan Dr. Kawashima.

Setiap hari para pelajar yang mengikuti uji coba ini diberi waktu untuk bermain game menggunakan Nintendo DS yang terdiri dari tes membaca, latihan pemecahan soal, dan puzzle memori selama 20 menit setiap akan memulai kelas yang berlangsung selama sembilan minggu.

Setelah melalui program pertama, penelitian dilanjutkan dengan cara tradisional yaitu para murid akan dites setiap awal dan akhir pelajaran. Dari cara ini didapatkan analisis bahwa kelompok pelajar yang menggunakan game sebagai media belajar mengalami kenaikan nilai hingga 50 persen.

Selain kenaikan dalam performa, waktu yang dibutuhkan pelajar untuk memecahkan soal uga makin berkurang dari 18,5 menit menjadi 13,5 menit. Lengkaplah sudah keuntungan yang didapatkan dari metode belajar lewat game ini.

"Metode pembelajaran lewat permainan ini membantu mengubah jalan pikiran sehingga membuat murid merasa di posisi sebagai pelajar, bukan di posisi hirarki bersekolah," terang penasehat dari organisasi teknologi dan pembelajaran LTS Derek Robertson seperti dilansir dari Big Nes Network.

"Intervensi pembelajaran ini membantu anak-anak untuk terlibat langsung dan meraih sukses dalam kerangka kontekstual yang berbeda, dimana sebelumnya dalam sistem sekolah konvensional, murid tidak tahu mereka berada di posisi mana," tambah Derek menutup penjelasan.

Sumber : okezone

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers